Cerita Kisah Menatap Masa Depan

Menatap Masa Depan – Seorang pemuda sendang duduk termenung memikirkan masa depannya. Dia mulai bertanya-tanya, akan sererti apa masa depannya dan bagai mana cara memperolehnya.

Merasa tidak menemukan jawaban, dia berdiri dan mulai melangkah. Pemuda itu berjalan kearah taman dan melihat seorang kakek tua yang sedang duduk disebuah kursi taman. Dia beranggapan bahwa kakek itu mungkin dapat menjawab kegelisahan hatinya.

Kakek itu tentunya sudah melangkah lebih jauh dan melihat masa depannya secara nyata pada usianya saat ini. Perlahan pemuda itu berjalan menghampirinya, menyapa sang kakek, dan duduk di sebelahnya. Pemuda itu yakin akan menemukan jawabannya dan memulai pembicaraan.

“Kakek tentu telah melewati banyak hal dan menatap masa depan sejak masa muda kakek. Kalau saya boleh tahu, apa itu masa sepan dan bagaimana car amemperolehnya? Jujur, saya binggung akan masa depan saya.”Kata pemuda itu Lirih.

Kakek itu termenung sejenak sambil menatap langit, dan dengan senyuman dia mulai berujar,” Saya juga pernah mengalami masa muda seperti kamu. Saat itu, saya juga sering merasa bingun akan masa depan dan bagaimana cara memperolehnya.”

“Dulu saya cenderung disibukan saat berpikir mengenai masa depan. Akibatnya, saya selalu merasa khawatir dan membuang waktu saat sedang memikiekannya. Suatu saat, saya sadar bahwa masa depan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.”

” Bagaimana mengalihkan perhatian dari masa depan, kek? Bukankah masa depan adalah hal yang terpenting dan harus mulai dipikirkan dari sekarang?” Tanya pemuda itu penasaran.

“Kamu benar nak, masa depan adalah hal yang penting dan harus mulai dipikirkan dari sekarang?” Tanya pemuda itu penasaran.

“Kamu benar nak, masa depan adalah hal yang terpenting. Tapi, apakah pernah terpikir olehmu, menghawatirkan masa depan berati membayangkan sesuatu yang belum pasti. Banyak orang terlena dan mulai lengah pada hal yang justru lebih penting, Yaitu masa sekarang.” Pemuda tersebut langsung termenung, dan kakek melanjutkan pembicaraan.

“Tanpa kita sadar, sesungguhnya masa depan sangat sulit untuk ditebak. Apa yang dianggap oleh banyak orang sebagai masa depan sesungguhnya adalah masa sekarang.”

“Mengapa kakek bisa berkata demikian?” tanya pemuda itu.

“menurut, apakah mungkin akan ada masa depan tanpa masa sekarang? Bukanlah masa deoan adalah hasil dari masa sekarang? Seumur hidup saya sampai sekarang, akhirnya saya benar-benar sadar bahwa masa sekarang adalah penentu masa depan. Karenaitu, saya akan memulai mengerjakan apapun dengan sebaik-baiknya dan berusaha melakukan yang terbaik setiap harinya.” Ujar kakek itu dengan mantap.

Pemuda itu lalu bertemrima kasih pada sang kakek, beranjak, dan mulai melangkah dengan perasaan legah.