Kisah Dibalik Pemberian Semangkuk BAKMI

Semangkuk BAKMI – Pada Suatu malam terjadi pertengkaran antara anak dan ibunya. Anak itu bernama Mawar. Setelah bertengkar, Mawar pun pergi meninggalkan rumah berjalan di kegelapan malam, namun dia menyadari bahwa ternyata dia meninggalkan rumah tanpa membawa apa-apa.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah warung bakmi dan Mawar mencium harumnya masakan bakmi. Ia ingin sekali memesan semagkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik warung memerhatikan Mawar berdiri didepan warungnya cukup lama sehingga pemilik warung tersebut mendekatinya dan bertanya “Nona, apa kau ingin memesan semangkuk bakmi” Lantas Mawar menjawab iya tapi di tidak membawa uang. Pemilik warung merasa kasihan lalu memberikan dia semangkuk bakmi dan menyuruhnya makan. Saat makan beberapa suap Mawar pun menangis sehingga membuat pemilik warung heran dan bertanya-tanya. Ia berfikir “Bahkan, seorang yang baru ia kenal pun memberi dia semangkuk bakmi!, tetapi?, Ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi kerumah”.

“kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungkusendiri” Ujar Mawar kepada pemilik warung tersebut.

Setelah mendengar perkataan Mawar, pemilik warung pun menghena nafas lalu mengatakan “Nona mengapa kau berfikir begitu? renungkanlah hal ini, aku hanya memberimi semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nsai untukmu dari kau kecil hingga saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? dan kau malah bertengkat kepadanya”

Mawar, Terhenyak mendengar kata pemilik Warung tersebut. “Mengapa aku tidak berfikir tentang hal itu ya? Hanya semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu beterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. DAn hanya karena persoalan sepele, aku bertengkr dengannya.

Mawar lalu segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segerap pulang ke rumahnya. Saat berjalan kerumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai diambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas, Ketika bertemu dengan Mawar, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Anakku kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. pada saat itu Mawar tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterimakasih kepada mereka seumur hidup kita.