Kisah Motivasi Pengamen Cilik Pembawa Hikmah

Cerita Kisah – Pada malam hari aku menaiki bus yang biasa ku tumpangi, dalam bus tersebut tidak terlalu kosong dan tidak terlalu penuh sehingga aku mendapatkan kursi untuk duduk. Setelah aku duduk, aku melihat seorang bocah yang kemaren terlihat ku juga sedang mengamen. Bocah tersebut mengamen tanpa menggunakan alat musik, tanpa tepukan tangan. Kira-kira berusia 10 tahun. Aku senang lihat bocah tersebut. Yang aku suka lihat dari dirinya, ia tidak seperti anak jalanan lainnya. Kotor bau dan menyanyi seadanya. Tampang bocah tersebut bersih, memakai sandal, rambutnya terurus, kuku tangan dan kakinya pun bersih. Seperti anak rumahan Pikirku.

Satu hal yang menculik perhatianku, ternyata Pengamen Cilik tersebut kurang normal. Ia menyanyi dengan cara mengeja kata demi kata dengan sekuat tenaga agar apa yang diucapkan jelas terdengar. Lirik lagu Sholawat Bacar menjadi lagu favoritnya. Beberapa penumpang senyum-senyum dengan memandanginya. Aku sendiri juga ingin tertawa dan berusaha mehanan tawaan ku dengan melihat hal lain.

Sesudah ia bernyanyi, ternyata masih ada 1 hal yang dia lakukan. Bocah itu memberi nasihat kepada kami tentang manfaat lima perkara sebelum lima perkara. Beliau membawakannya dengan penuh semangat, Penuh percaya diri dan sangat sungguh-sungguh. Tanpa sedikitpun malu, meskipun banyak penumpang yang menertawakan beliau. Dia mendoakan kami semua. Hatiku begitu lapang mendengarnya. Beda rasanya ketika yang berdoa adalah panitia masjid yang memang ada maksud ingin meminta sumbangan. Tetapi anak itu sangat polos.

Baca Juga: Kisah Motivasi Perbuatan Baik Akan Indah Pada Waktunya

Biasanya para pengamen meminta bayaran setelah selesai ia bernyanyi, tidak dengan bocah tiu. Dia memulainya dari kursi paling depan sebelah pak supir. Orang pertama, kedua telah ia lewati tanpa diberi apa-apa, namun orang ketiga memberinya uang. “Makasih Pak, semoga rizkinya nambah ya Pak” Spontan anak itu mendoakan sang bapak. Tersentuh hati saya mendengar ucapan anak tersebut.

Kerjaan saya di bus biasanya menyeleksi setiap orang pengamen bis kota, minimal melihat tampang dan kesungguhan mereka dalam bernyanyi. Pengamen cilik biasanya dimanfaatkan orang tuanya utuk mencari pundi-pundi uang. saya pun memberikan dia sedikit uang dan dia memberikan saya doa yang indah.

Sungguh banyak hikmanya yang bisa kita petik. Pengamen cilik itu telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Sesungguhnya kita yang memiliki fisik yang sempurna harus bekerja keras tanpa rasa malu yang penting dengan cara yang halal. Semoga Tuhan memberikan rahmat dan perlindungan Nya kepada bocah itu dari kejahatan di malam hari sewaktu ia mengamen, Amiin.