Kisah Motivasi Seorang Pak Tua

Pengalamam Pribadi – Pada Sore hari ketika saya hendaknya ingin pulang kuliah tiba-tiba hujan lebat pun turun, disaat itu kebetulan saya tidak membawa jas hujan. Saya melihat sebuah warung yang ramai dengan orang yang sedang berteduh. Tanpa pikir panjang saya langsung menepikan moter saya dan berteduh dibawah terpal kuning dan saya duduk disamping Seorang Pak Tua yang memakai jas hujan lengkap bewarna kuning, ternyata pak tua tersebut merupakan yang mempunyai warung disamping jalan raya tersebut.

Pada saat itu jarak kami sangat dekat, sayapun merasa tidak enak dan akhirnya sayapun memulai pembicaraan dengan pak tua tersebut. “Hujannya lebat sekali ya pak” Menyapa orang tua tersebut. “Iya mas,, Maklumlah masih bulan hujan mas,, Mas mau kemana? Musim Hujan begini kok ga bawa jas hujan?, “Saya ini mau pulang kekomplek pak baru nyeselain kuliah hari ini.” Pak tua: Ow, begitu.. Musim hujan begini kalau naik motr hati-hati mas,” Dalam hati rendah hati sekali bapak ini, meski dilihat dari tampilan nya sederhana sekali tapi memiliki hati yang baik sekali padahal baru pertama jumpa dan mengenal, beliau menasehati saya untuk berhati-hati sewaktu mengendara disaat musim hujan. “ooh ia pak, makasi ya pak atas nasehat nya.”ujar saya. Pak tua : iya dengan nada yang lembut.

Baca JugaCerita Tentang Filosofi Setitik Noda Pada Mutiara

Berselang tak lama kemudian datang lah seorang pelanggan lain yang nampaknya sudah mengenali pak tua tersebut, kemudian mereka berbincang dan pembeli ini langsung memesan makanan. Setelah memesan makanan yang diinginkan pembeli tersebut bilang kepada pak tua tersebut dengan nada yang lelah “Wah. Musim kok hujan terus begini ya pak, mau beraktifitas pun males jadinya ya pak,,?. Kemudian pak tua berkata “iya pak, tapi mau bagaimana lagi? emang sudah musimnya hujan kok..” Setelah selesai melayani pembeli tersebut, beliau pun duduk kembali disebelah saya seperti semula dan kemudian beliau bertutur kepada saya “Mas lihat sendirikan?

Begitu banyak orang yang mengeluh ketika turunnya hujan, Padahal hujan kan pemberian TUHAN. Ya kan? Bagi kami para pedagang kaki lima seperti saya ini hujan merupakan keberkahan tersendiri. Karena dengan turunnya huja banyak pengguna jalan yang datang kesini sekedar utuk minum Teh dan menanti redahnya hujan, Begitu juga masyarakat sekitar sini, mereka datang ketempat saya untuk membeli beberapa makanan yang saya sediakan, seperti Gorengan, Jahe Angget, Teh Hanggat, Rokok dan lainnya.

Pada Musin Hujan barang dagangan saya lebih cepat laku dari pada musim laiinnya, Mas bisa lihatkan? Hanya tersisa beberapa gorengan saja di Meja, Biasanya jam segini dagangan saya masih banyak Mas. Kalau bisa kita itu jangan suka merasa TUHAN itu tidak adil karena sebenarnya ada kebahagiaan yang TUHAN sediakan ketika kita sabar dalam menghadapai cobaan. Seperti saya ini? dulu saya buka warung ini, saya sering merasa TUHAN itu tidak adil, karena waktu dulu jualan saya belum begitu laku, terkadang saya berfikir, Kenapa ya kok saya yang mencari nafka untuk keluarga dengan jalan yang halal justru sedikit pemasukan, sedangkan di Tv-tv banyak sekali orang-orang kaya ber-uang Miliyaran walaupun dengan cara yg salah seperti korupsi dan suap?

Tapi itu dulu mas, setelah beberapa hari saya berusaha untuk iklas dan sabar akhirnya saya bisa berfikir jernih, cepat lambatnya banyak orang yang berkunjung kesini sehingga firasat buruk saya sedikit demi sedikit hilang. Saya pun bahagia sekarang meskipun tak seberapa uang yang saya dapatkan, saya tetap bahagia karena dagangan saya laris, apalagi Musim hujan seperti ini,,”

Saya: “Iya ya pak, Bapak benar sekali. TUHAN memang tidak pernah tidak adil dengan umatnya, ..hehehe” jawabku sambil tersenyum pada pak tua itu. Tak terasa hujan pun sudah reda, Lalu saya bergegas pulang dan membayar makanan yang ku pesan tadi. lalu saya mengucapkan terima kasih ya pak, pak tua: “Iya mas silahkan”.

Kemudian saya berfikir begitu banyak pelajaran yang saya dapat kan hari ini, benar kata pak tua tersebut. Terkadang kita memang merasa tidak ikhas dengan Takdir TUHAN. Bila kita jalanin dengan iklas dan sabar, kita juga akan merasakan kenikmatan dibalik semua itu.