Kisah Belajar Pada Ahli Permata

Pengalaman Pribadi – Cerita mengenai seorang pemuda yang pergimengunjungi seorang ahli permata dan menyatakan maksud dari pemuda tersebut bahwasannya ia ingin menjadi murid dari ahli permata itu. Pada Awalnya Ahli permata tersebut menolak, karena dia khawatir anak muda itu tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar.

Pemuda itu memohon agar Ahli permata tersebut mau mengangkatnya menjadi guru kemudian ahli permata tersebut mengatakan. “Datanglah ke sini besok pagi.” katanya.

Keesokan harinya, Ahli Permata itu meletakan sebuah batu berlian diatas tangan pemuda tersebut dan memerintahkan untuk menggenggam permata itu. Gurunya meneruskan pekerjaan dan meninggalkan pemuda itu sendirian sampai sore hari.

Pada hari berikutnya, Guru tersebut kembali menyuru pemuda itu untuk menggenggam batu itu yang sama dan tidak mengatakan apapun seharian sampai pemuda itu pulang, hari selanjutnya juga begitu.

Baca Juga: Cerita Kisah Menatap Masa Depan

Pada hari ke 6, pemuda itu bertanya pada gurunya, sampai kapan aku akan melakukan lhal begini terus? lalu kapan saya akan diajarkan sesuatu? kemudian sang guru bertanya ” Akan tiba saatnya nanti,”.

Namun beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa frustasi. Ahli permata itu memanggilnya dan meletakan sebuah batu ke tangan pemuda tersebut. pemuda tersebut merasa frustasi dan ingin melampiaskan kesalahannya , tetapi ketika batu itu diletakan di atas tangannya, anak muda itu langsung berkata, “Ini bukan batu yang sama!”

“Lihatlah, kamu sudah belajar,” kata gurunya.

Kisah Penglihatan Baru

Pengalaman Pribadi – Pada suatu saat di dalam kereta api, seorang pemuda dan ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, yang sudah dewasa umumnya. Pada saat kereta itu jalan, pemuda tersebut melihat keluar jendela terus-terusan lalu berkata kepada ayahnya. “Ayah Lihatlah, Pepohonan tersebut sedang berlarian mengejar kereta”, Sepasang suami istri duduk dibelakang mereka. Keduanya merasa kasihan kepada pemuda tersebut. Bagaimana tidak dengan usianya, kelakuan pemuda tersebut tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, pemuda tadi berkata lagi “Sepertinya awan-awan tersebut sedang mengikuti kita!” kedua pasangan tersebut berkata kepada sang Ayah “kenapa Anda tidak membawa putra Anda ke dokter jiwa saja”.

Baca Juga: Kisah Motivasi Pemain Judo Dengan Satu Tangan

Kemudian sang ayah hanya tersenyum, dan berkata “Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru bisa melihat dunia mulai hari ini”.

Setiap orang didunia ini mempunyai Ceritanya masing-masing, jangan terburu-buru menjudge orang sebelum tau masalany terlebih dahulu. Karena kebenaran dapat mengejutkan kita. Jangan lah selalu berprasangka kepada setiap orang terlebih dahulu, karena itu yang diajarkan cara baik unuk hidup.

Kisah Tentang Segelas Susu

Pengalaman Pribadi – Disebuah kota kecil terdapat seorang pemuda yang bernama Howard Helly, Dulunya pemuda ini sangat miskin. Ia menjual barang dari pintu ke pintu. Suatu hari, Anak laki-laki ini benar-benar lapar tapi ia tidak memmiliki uang untuk memberli makanan. Kemudian ia memutuskan untuk meminta sesuatu untuk dimakannya dengan cara meminta pada setiap rumah.

Setelah mengetuk kebeberapa pintu rumah akhirnya ada seorang wanita muda yang cantik membukakan pintu tersebut, Pemuda tersebut kehilangan keberanian dan akhirnya dia hanya meminta segelas air putih, ia sangat malu meminta makanan pada wanita muda tersebut. Kemudian wanita itu memberikannya Segelas Susu, dan pemuda tersebut minum dengan cepat.

Kemudian Pemuda tersebut menanyakan berapa banyak dia berhutang. Tapi wanita muda cantik itu hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ibunya telah mengajarinya untuk saling tolong menolong kepada orang yang membutuhkan pertolongan. Dan ia tidak pernah mengharapkan imbalan apapun.

Lalu pemuda tersebut meninggalkan rumah wanita tersebut dengan perut penuh dan hati yang penuh kekuatan untuk terus bekerja keras dan melanjutkan pendidikan yang ia jalani. Setiap pemuda tersebut mengalami patah semangat dalam kehidupannya, ia selalu teringat pada wanita itu, Seseorang yang telah memberikan motivasi hidup tentang keyakinkan dan ketabahan pada dirinya.

Baca Juga: Makna Dari Wortel, Telur dan Kopi Dalam Kehidupan

Setelah bertahun-tahun ia lewati. Disebuah kota besar, seorang ahli bedah ternama Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi dengan seorang wanita tua yang menderita penyakit langkah. Ketika wanita tersebut mengatakan kepadanya nama kota kecil dimana ia tinggal, Dr.Kelly merasa memory yang samar muncul dalam pikirannya. Kemudian, secara tiba-tiba Dokter itu tersadar. Dia adalah wanita yang memberinya segelas susu bertahun-tahun yang lalu.

Lalu Dokter tersebut meneruskan Konsultasi dengan menyediakan wanita tersebut perawatan yang terbaik dan memastikan dia mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, ia mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai seorang dokter untuk menyelamatkan hidup wanita parubaya tersebut.

Beberapa lama kemudian setelah perawatan penuh dirumah sakit dengan melalui berbagai perawatan, akhirnya wanita tersebut siap untuk kembali kerumah. Wanita itu sangat khawatir karena akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan pembayaran biaya perawatan selama dirumah sakit. Penyakit serius yang dideritanya dan lamanya ia tinggal dirumah sakit. Namun saat menerima surat tagihan, ia menemukan bahwa Dr.Kelly telah membayar seluruh tagihan dan melunis sebuah catatan untukya yang menyatakan “Segala Macam Biaya Sudah Dibayar Lunas Dengan Segelas Susu”

Cerita Motivasi Jangan Seperti Kepiting

Cerita Kisah – Memancing kepiting? Gampang kok, Dengan sebuah batu kerikil, diikat dengan tali kemudian di kaitkan diujung batang kayu. seperti alat pancing, lalu diletakan disekitar kepiting yang mau dipancing. Kerikil tersebut disenggol-senggolkan ke tubuh kepiting sehingga kepiting tersebut menjadi marah. Sangking marahnya kepiting akan menjepit kerikil tersebut dengan kencang, setelah itu tinggal kita angkat deh pancingnya.

Selanjutnya kepiting dimasukan kedalam panci yang berisi air mendidih kemudian secara otomatis akan melepas jepitannya tersebut, kemudian tinggal di santap deh.

Kenapa kepiting mudah di tanggkap? dia selalu mudah marah saat di ganggu. Kemarahan sering kali tidak memberi hasil yang efektif, selain “Rasa Puas Sesaat” bagi yang menjalankannya, dan “Rasa Penyesalan Berkepanjangan”.

Baca Juga: Kisah Motivasi Seorang Pak Tua

Sangat mustahil kita bisa marah dengan bijaksanan. Banyakan malah marah dengan membabi buta & sekedar melampiaskan emosi. Hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru memperbesar masalah.

Agar kita tidak mudah terperangkap dalam kemarahan, yang akan mengakibatkan kerugian pada diri sendiri, cobalah menghindar dari kemarahan yang tidak perlu, tahan emosi, alihkan perhatian. tarik nafas dalam-dalam dan setelah itu tersenyumlah, masalah dapat terhindar dengan sendirinya.

Kisah Ibu Terkutuk Di Dunia Ini

Pengalaman Pribadi – Sekitar 20 tahun yang lalu, saya melahirkan seorang anak laki-laki, anak tersebut memiliki wajah yang cukup tampan tapi terlihat sedikit bodoh. Suamiku sam, memberikannya sebuah nama Eric. Semakin tumbuh besar, semakin tampak kalau anak ini memiliki keterbelakangan mental. Sejak awal saya berniat memberikannya kepada orang lain untuk dijadikan pelayan atau budak. Namun suamiku mencegah niat buruk ku tersebut. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya.

Ditahun kedua saya pun melahirkan seorang anak perempuan yang saya namain Monica. Saya sangat menyayangi mereka berdua. Sering kami mengajak pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah, namun tidak dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku berniat membelikannya, namun saya selalu mencegah hal itu dengan berdalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat Monica berumur 2 tahun, suamiku meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun saat itu dan kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk.

Kemudian saya pergi meinggalkan kampung kelahiran dengan Eric yang tertidur pulas. Kemudian kami tinggal disebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.

10 Tahun Telah Berlalu. Saya menikah kembali dengan Jhon, seorang pria dewasa. Ia adalah pastor gereja St. Maria. Usia pernikahan kami memasuki tahun ke lima. Berkat Jhon sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois tinggi hati, berubah menjadi lebih sabar dan penyayang.

Kini Monica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolakan diasrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang teringat dengan Eric. Sampai suatu malam dimana saya bermimpi tentang seorang anak, wajahnya tampan namun agak pucat sekali, Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata,”Tante kenal dengan mama saya? Saya rindu sekali pada mama!”

Setelah mengatakab hal tersebut, kemudian bocah itu pergi namun saya menahannya,” Tunggu…, sepertinya saya mengenal mu. Siapa nama mu nak?” ” Nama saya Eric, tante”

Baca Juga: Kisah Dibalik Pemberian Semangkuk BAKMI

Sontak saya terbangun, saya merasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Saya baru menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dahulu.

Seketika saya langsung pergi bersama suami saya ketempat gubuk yang saya tinggalkan 10 tahun yang lalu. Sesampainya disana dengan persaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu, Gelap Sekali, Tidak terlihat apapun. Saya terus berkeliling mencari namun tidak ada apapun. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak dilantai tanah. Saya mengambil dan mengamatinya dengan seksama.. Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya.

Beberapa saat kemudian dengan perasaan yang sulit di ceritakan, saya pun keluar dari ruangan tesebut. Air mata mengalir dengan cukup deras. Saat itu saya hanya diam saja. Setelah ingin pergi meninggalkan tempat tersebut, saya melihat wanita tua berada pas dibelakang kendaraan kami, ternyata seorang wanita tua yang kotor.

Tiba-tiba beliau menegur saya dengan suara parau,” Hei, Siapa kamu.. Sedang apa kamu disini??” lalu saya bertanya “Apakah ibu mengenal seorang yang bernama Eric yang dulu tinggal disini?” Ia menjawab, “Kamu ibunya, kamu sunggu wanita terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkan dia disini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy… Mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberikannya makan dan mengajak nya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Sayapun membaca tulisan di kertas itu…” Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, Biarkanlah Eric pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..” Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan dimana ia sekarang? saya berjanji akan menyayanginya skarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!” Jhon memeluk tubuh saya dengan erat. “Nyonya, semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal dibelakang gubuk ini.

Kondisinya sangat buruk, Tubuhnya sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan dibelakang gubuk ini tanpa berani masuk kedalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommynya akan pergi lagi bila melihatnya ada didalam sana.. Ia hanya berharap dapat melihat Mommynya dari belakang gubuk ini. Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu nyonya disana. Nyonya, dosa anda tidak bisa terampuni”.