Kisah Air Mata Seorang Ibu

Pengalaman Pribadi – Suatu hari, ketika seorang anak laki-laki bertanya pada ibunya yang sendang menangis. “Ibu, mengapa ibu menangis?”.”Sebab, ibu merupakan seorang wanita, nakku”. jawab si ibu. “Aku tak mengerti” kata sianak lagi. ibunya hanya tersenyum dan memeluknya dengan sangat erat.

“Nak, kamu memang tak akan pernah bisa mengerti”

Lalu anak itu bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?”. Ayah menjawab “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. 10 tahun kemudian anak itu tumbuh mendadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis?

pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada tuhan. “Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan Wanita, Aku membuatnya menjadi bagian yang utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban didunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.

Kuberikan Seorang Ibu kekuatan untuk dapat melahirkan, bayi dari rahimnya, walau sering sekali kerap menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang putus asa.

Kuberikan pada wanita kesabaran, dalam merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalm kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Baca juga: Kisah Dibalik Pemberian Semangkuk BAKMI

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan juga padanya kebijaksanaanm dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, juga Kuberikan air mata agar dapat mencurahkan seluruh perasaannya. Inilaj yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanit, walaupun sebenarnya, air mataini adalah air mata kehidupan”.

maka, dekatkanlah diri kita pada sang ibu kalau beliau masih hidup, karena dikakinyalah kita menemukan surga. Kasih ibu tidak akan pernah putus, diibaratkan seperti lingkaran, yang tak berawal dan tak berakhir.

Kisah Belajar Pada Ahli Permata

Pengalaman Pribadi – Cerita mengenai seorang pemuda yang pergimengunjungi seorang ahli permata dan menyatakan maksud dari pemuda tersebut bahwasannya ia ingin menjadi murid dari ahli permata itu. Pada Awalnya Ahli permata tersebut menolak, karena dia khawatir anak muda itu tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar.

Pemuda itu memohon agar Ahli permata tersebut mau mengangkatnya menjadi guru kemudian ahli permata tersebut mengatakan. “Datanglah ke sini besok pagi.” katanya.

Keesokan harinya, Ahli Permata itu meletakan sebuah batu berlian diatas tangan pemuda tersebut dan memerintahkan untuk menggenggam permata itu. Gurunya meneruskan pekerjaan dan meninggalkan pemuda itu sendirian sampai sore hari.

Pada hari berikutnya, Guru tersebut kembali menyuru pemuda itu untuk menggenggam batu itu yang sama dan tidak mengatakan apapun seharian sampai pemuda itu pulang, hari selanjutnya juga begitu.

Baca Juga: Cerita Kisah Menatap Masa Depan

Pada hari ke 6, pemuda itu bertanya pada gurunya, sampai kapan aku akan melakukan lhal begini terus? lalu kapan saya akan diajarkan sesuatu? kemudian sang guru bertanya ” Akan tiba saatnya nanti,”.

Namun beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa frustasi. Ahli permata itu memanggilnya dan meletakan sebuah batu ke tangan pemuda tersebut. pemuda tersebut merasa frustasi dan ingin melampiaskan kesalahannya , tetapi ketika batu itu diletakan di atas tangannya, anak muda itu langsung berkata, “Ini bukan batu yang sama!”

“Lihatlah, kamu sudah belajar,” kata gurunya.

Cerita Motivasi Jangan Seperti Kepiting

Cerita Kisah – Memancing kepiting? Gampang kok, Dengan sebuah batu kerikil, diikat dengan tali kemudian di kaitkan diujung batang kayu. seperti alat pancing, lalu diletakan disekitar kepiting yang mau dipancing. Kerikil tersebut disenggol-senggolkan ke tubuh kepiting sehingga kepiting tersebut menjadi marah. Sangking marahnya kepiting akan menjepit kerikil tersebut dengan kencang, setelah itu tinggal kita angkat deh pancingnya.

Selanjutnya kepiting dimasukan kedalam panci yang berisi air mendidih kemudian secara otomatis akan melepas jepitannya tersebut, kemudian tinggal di santap deh.

Kenapa kepiting mudah di tanggkap? dia selalu mudah marah saat di ganggu. Kemarahan sering kali tidak memberi hasil yang efektif, selain “Rasa Puas Sesaat” bagi yang menjalankannya, dan “Rasa Penyesalan Berkepanjangan”.

Baca Juga: Kisah Motivasi Seorang Pak Tua

Sangat mustahil kita bisa marah dengan bijaksanan. Banyakan malah marah dengan membabi buta & sekedar melampiaskan emosi. Hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru memperbesar masalah.

Agar kita tidak mudah terperangkap dalam kemarahan, yang akan mengakibatkan kerugian pada diri sendiri, cobalah menghindar dari kemarahan yang tidak perlu, tahan emosi, alihkan perhatian. tarik nafas dalam-dalam dan setelah itu tersenyumlah, masalah dapat terhindar dengan sendirinya.