Kisah Orang Kaya dan Orang Miskin

Cerita Kisah – Disebuah desa kecil, hiduplah Seorang belatar belakang orang kaya yang benama Pak Suwarta. Masa kecil Pak Suwarta dihabiskan dengan tinggal didaerah sana, hingga kedua orang tuanya meninggal dan ia mengkuti kakanya pergi ke kota, di Kota besar tersebut ia memulai kariernya dan meraih sukses besar seperti saat ini.

Kampung halaman Suwarta lumayan terpencil daerahnya, jauh dari suana perkotaan. Secara tidak langsung penduduk disana dikategorikan sebagai warga miskin. Selain mengenang kisah semasa kecilnya, bapak yang dikenal suka melontarkan kata-kata inspirasi itu juga ingin memberikan pelajaran kepada anaknya tentang Arti dari kata “Kaya dan Miskin“. Ada yang ingin di tanamkan kepada anak lekakinya pemahaman tentang kesuksesan merupakan hal yang memang sangat layak diperjuangkan. Ayah tersebut ingin mengajarkan kepada anak nya betapa susahnya hidup dalam keadaan miskin.

Selama beberapa hari Bapak Suwarta beserta anak lelakinya tinggal dirumah temannya. Rumah itu adalah milik teman Masa kecil nya, Pak Karto namanya. Tempat tinggal pak Karto sangat sederhana, berdinding papan, dan tidak memiliki pagar. Sekitar 15 meter di belakang rumah tersebut terdapat sungai kecil yang sangat jernih airnya. Sungai itu merupakan kenangan pak Suwarta beserta teman-temannya 30 tahun silang. Di depan rumah tersebut terdapat tanah lapang, tempat para anak-anak petani mengembalakan ternaknya. Anak-anak juga sering bermain layang-layang ditanah lapang itu.

7 hari telah berlalu, tak terasa kemudian pak Suwarta merasa bahwa sudah cukup waktunya untuk kembali ke kota. Sambil mengendarai mobilnya, pak suwarta melontarkan pertanyaan kepada anaknya. “Bagaimana nak? apa yang kamu lihat dengan keadaan disana? Apa saja yang kamu dapatkan setelah menginap beberapa dirumah pak karto? Beliau berharap buah hatinya sudah dapat memahami apa arti dari kaya dan miskin.

Baca Juga: Kisah Sukses Petani Jagung

Lalu si anak menjawab, “Luar biasa ayah!”. “Kita harus harus repot-repot membangun kolam renang di belakang rumah, sedangkan mereka kolam renang nya sangat panjang lan luas lagi yah.” Anak itu terus berbicara ” Mereka mempunyai halaman yang sangat luas yah, sedangkan kita sempit dan tidak dapat melihat apa-apa karna dibatasi oleh tembok. Mereka bisa bermain layang-layangan sedangkan kita harus membangun taman yang mahal!! Kita harus bayar dan antri sewaktu belanja di supermarket, sedangkan mereka tinggal ambil saja di kebun dan gak bayar yah.”

Sambil mengusap ingusnya, “Kita harus keluar negeri untuk membeli lampu taman, sedangkan mereka banyak sekali bertaburan dan kelap-kelip diangkasa! Setiap hari bapak harus bekerja dari pagi sampai malam, sedangkan pak Karto tiap sore bermain kejar-kejaran dengan anaknya, bisa bercanda dengan keluarganya. Kita harus kekebun binatang kalo mau naik hewan, sedangkan mereka mempunyai sapi, kerbau, Kuda gratis lagi naikin nya. ternyata mereka lebih kaya dari kita yah,”

Ayah nya hanya terdiam tanpa mengucapkan sepata kata sampai dirumahnya.