Kisah Penglihatan Baru

Pengalaman Pribadi – Pada suatu saat di dalam kereta api, seorang pemuda dan ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, yang sudah dewasa umumnya. Pada saat kereta itu jalan, pemuda tersebut melihat keluar jendela terus-terusan lalu berkata kepada ayahnya. “Ayah Lihatlah, Pepohonan tersebut sedang berlarian mengejar kereta”, Sepasang suami istri duduk dibelakang mereka. Keduanya merasa kasihan kepada pemuda tersebut. Bagaimana tidak dengan usianya, kelakuan pemuda tersebut tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, pemuda tadi berkata lagi “Sepertinya awan-awan tersebut sedang mengikuti kita!” kedua pasangan tersebut berkata kepada sang Ayah “kenapa Anda tidak membawa putra Anda ke dokter jiwa saja”.

Baca Juga: Kisah Motivasi Pemain Judo Dengan Satu Tangan

Kemudian sang ayah hanya tersenyum, dan berkata “Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru bisa melihat dunia mulai hari ini”.

Setiap orang didunia ini mempunyai Ceritanya masing-masing, jangan terburu-buru menjudge orang sebelum tau masalany terlebih dahulu. Karena kebenaran dapat mengejutkan kita. Jangan lah selalu berprasangka kepada setiap orang terlebih dahulu, karena itu yang diajarkan cara baik unuk hidup.

Kisah Menyeramkan Saat Hujan

Pengalaman Pribadi – Namaku Marlince, aku adalah seorang guru disalah saru sekolah swasta di kota Bandung. Aku mengajar dan sebagai wali kelas 6 dan lokasi kelasku berasa di lantai 3. Biasanya aku pulang tepat waktu namun karena lagi asik merekap nilai siswa jadi aku berpikir untuk membereskan satu kelas dulu hingga selesai. Tak disangka hujan turun cukup deras dan lama sehingga sekalian siapkan nilai semua kelas pikirku.

Saat sedang merekap nilai, seorang CS tiba-tiba datang ke kelas sambil membawa tasnya dan berkata “bu, saya pulang duluan ya”, “Iya silakan mbak, saya juga bntar lagi pulang kok” jawabku pada CS tersebut, Aku menjalin hubungan yang baik terhadap Cs itu, biasa CS pulang pukul 16.00. Setelah selesai pamitan dia langsung pergi meninggalkanku dan aku melanjutkan pekerjaan ku.

10 menit kemudian tiba-tiba ada yang ,mengetuk pintu kelas ruanganku “tok tok tok” aku pun menoleh dan sempat kaget yang mengetuk itu ternyata adalah Cs yang tadi pamitan namun kini tanpa membawa tas. “Jam berapa pulang bu? Tanya Cs itu. Sebentar lagi kok mbak, nanggung sedikit lagi sambil nunggu hujan henti” jawabku. CS itu lalu masuk dalam kelas dan duduk disampingku. “Guru-guru yang lain sudah pulang ya? tanya CS itu. “iya tadi pada pamitan pulang semua” jawabku.

“Sebelumnya sudah pernah dengar Cerita Seram tentang kelas ini bu? tanya Cs itu sambil berjalan ke arah belakangku. “Cerita apa ya mbak?” tanyaku yang mulai merasa ane karena ia berdiri di belakangku. “Iya cerita yang sering dibicarakan sama guru-guru yang lain” sambung dia. “Cerita-cerita seram gitu ya? Tanyaku sambil menoleh kepadanya. “Iya” ujarnya dengan singkat. “Saya baru dengar sekilas doang si, tapi kakynya cuman cerita aja” Kok belum pulang mbak? tanyaku. Tidak ada jawaban dari CS yang berdiri dibelakangku.

Baca Juga: Kisah Gadis yang Dicintai Semua Orang

Seketika menoleh kebelakang, betapa terkejutnya saat melihat dibelakangku tidak ada seorang pun. Buku kudukku langsung naik,”mbak.mbak” aku memanggil sambil melihat sekeliling namun tidak ada jawaban. Ketika aku melihat kedepan untuk melanjutkan kerjaan, tiba-tiba disudut pojok ruangan terdengar suara”hihihihi” dengan langsung aku melihat kesudut ruangan. Sunggu sangat mennagetkan dan membuat aku tidak bisa menggerakan kakiku. Aku melihat seorang wanita dengan rambut panjang menutupi wajahnya serta menggunakan baju putih panjang hingga, menutupi kakinya. Sosok itu terus tertawa  “hi hi hi hi”. Aku yang sangat ketakutan langsung menutup laptop dan memaksakan kaki untuk bergerak berlari kebawah.

Keesokan harinya bertanya pada cs yang bersangkutan. ia menjawab kemaren langsung pulang karena sudah dijemput jadi tidak kembali ke kelas. Sejak saat itu aku tidak berani kerja dikelas sendirian. Ketika yang lain mau punlang aku pun bergegas untuk pulang.